Selasa, 15 Oktober 2013

GASTROENTERITIS




A.    Definisi
            Gastroenteritis adalah peradangan pada lambung  dan usus. Diare bisa merupakan bagian dari gejala gastroenteritis.
            Gastroentritis didefinisikan sebagai inflamasi membran mukosa lambung dan usus halus. Gastroentritis akut ditandai dengan diare dan, pada beberapa kasus, muntah-muntah, yang berakibat kehilangan cairan dan elektrolit yang menimbulkan dehidrasi dan gangguan keseimbangan elektrolit.


A.    Etiologi
1.Infeksi berbagai macam bakteri yang disebabkan oleh kontaminasi makanan maupun air minum;
2.Infeksi berbagai macam virus; Penyebab diare terbanyak pada balita adalah diare karena virus, yaitu Rotavirus.
3.Alergi makanan, khususnya susu atau laktosa (makanan yang mengandung susu);
4.Parasit yang masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang kotor.
Penyebab utama disentri di Indonesia adalah Shigella, Salmonela, Campylobacter jejuni, Escherichia coli, danEntamoeba histolytica. Disentri berat umumnya disebabkan oleh Shigella dysentery, kadang-kadang dapat juga disebabkan oleh Shigella flexneri, Salmonella dan Enteroinvasive E.coli ( EIEC).
            Diare dapat disebabkan oleh obat-obatan tertentu (penggantian hormone tiroid, pelunak feses dan laksatif, antibiotic, kemoterapi, dan antasida)., pemberian makan per selang, gangguan metabolik dan endokrin (diabetes, Addison, tirotosikosis), serta proses infeksi virus/bakteri (disentri, Shigelosis, keracunan makanan). Proses penyakit lain yang dihubungkan dengan diare adalah gangguan nutrisi dan malabsorpsi (sindrom usus peka, colitis ulseratif, enteritis regional, dan penyakit seliaka), deficit sfingter anal, sindrom Zollinger-Ellison, paralitik ileus, dan obstruksi usus.
 



HISPRUNG



A.    Definisi

            Penyakit Hirsprung adalah kelainan kongenital pada kolon yang dtandai dengan tiadanya sel pada pleksus submukomus Meissneri dan pleksus mienterikus Auerbachi. 90% kelainan in terdapat pada rectum dan sigmoid. Hal ini diakibatkan oleh karena terhentinya migrasi kraniokaudal dari sel krista neuralis di daerah kolon distal pada minggu ke lima sampai minggu keduabelas kehamilan untuk membentuk siste saraf usus.
            Penyakit Hisprung adalah akibat tidak adanya sel ganglion pada dinding usus, meluas ke proksimal dan berlanjut mulai dari anus sampai panjang yang bervariasi. Tidak adanya inervasi saraf adalah akibat dari kegagalan perpindahan neuroblas dari usus proksimal ke distal.
           
B.     Etiologi

1.      Mungkin karena adanya kegagalan sel-sel ”Neural Crest” ambrional yang berimigrasi ke dalam dinding usus atau kegagalan pleksus mencenterikus dan submukoisa untuk berkembang ke arah kranio kaudal di dalam dinding usus.
2.      Disebabkan oleh tidak adanya sel ganglion para simpatis dari pleksus Auerbach di kolon.
3.      Sebagian besar segmen yang aganglionik mengenai rectum dan bagian bawah kolon sigmoid dan terjadi hipertrofi serta distensi yang berlebihan pada kolon.
            (Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FKUI, 1985 : 1134)
4.      Sering terjadi pada anak dengan ”Down Syndrome”.
5.      Kegagalan sel neural pada masa embrio dalam dinding usus, gagal eksistensi kraniokaudal pada nyenterik dan submukosa dinding pleksus.
            (Suriadi, 2001 : 242).